Tampilkan postingan dengan label Inazuma Eleven. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inazuma Eleven. Tampilkan semua postingan

Fictogemino?

Selasa, 05 Juni 2012


Fictogemino?apakah itu? fictogemino ialah sebuah karya fiksi yang memiliki alur ganda. Dapat dibaca secara normal dari atas ke bawah dan bahkan bisa dibaca dari paragraf akhir hingga yang pertama. Menarik bukan? Meski membuatnya tergolong sulit, namun jenis fiksi ini sangatlah menantang. Masih bingung? Mari kita simak contohnya: 

(NB: Jangan copas, hak cipta fanfic ada pada saia!)

Inazuma eleven GO! © Level 5
Pairing:
KyouTen
Featured:
Fictogemino
Galau, detected!
.
.
.

Dua belas detik
Tidakkah ia kini melupakan sesuatu?

Sebelas detik
Tsurugi Kyousuke.
Terperangkap dalam paradigma waktu. Melangkah di tengah kolam keambiguan. Dengan langkah berat, ia terus melangkah.
Sekali lagi, tanpa tujuan pasti.

Sepuluh detik
Tsurugi Kyousuke.
Melangkah tanpa semangat menuju smp Raimon. Tanpa tujuan pasti. Ditatapnya bangunan megah yang namun tanpa arti baginya tersebut. Diliriknya lapangan hijau, tempat yang (seharusnya) familiar baginya tersebut. Aneh, ia tak mengingat apapun.
Tidakkah harusnya tempat ini membawa kenangan tertentu baginya?

sembilan detik
Tsurugi Kyousuke.
Melihat langit luas membentang di hadapannya. Jingga, untuk kesadihan. Hari itu langit senja benar-benar merona indah.
Namun ia tak merasakan apapun. Tidak sedih, namun jelas tak ada kebahagiaan terlukis dalam rautnya tersebut.

Delapan detik
Langit yang indah. Belaian angin menerpa tubuhnya. Tidak dingin, ini terasa hangat. Membuatnya merasakan nostalgia karena kehangatan ini. Rasanya dulu ada angin lain yang pernah memeluknya sehangat ini. Ada senyuman yang selembut awan ini. Ada sepasang mata biru yang sejernih langit ini. Menciptakan bayangan abstrak yang mengukir sebuah cerita semu di kepala Kyousuke— untuk kemudian menghilang.
Ah, ke mana ia pergi?
Orang itu...

Tujuh detik
Tsurugi Kyousuke.
Menyentuh kepalanya sambil terdiam kaku. Seolah ada hal yang baru saja ia lupakan.
Ah, bukankah seharusnya ia selalu berdiri di sini bersama seseorang? Orang itu...
"Siapa?" gumam Kyousuke. Bertanya pada hembusan angin yang hanya menjawabnya dengan belaian lembut.
Sungguh, rasanya ada hal penting yang baru saja ia lupakan.
Kemudian Kyousuke kembali berjalan lesu.

Enam detik
ah, kenapa ia lupa. Apa yang ia lupakan?
Kemudian ia tertelan cahaya membutakan segala pandangannya.

Lima detik
Hening.
Kedua pasang bola mata itu kembali bertemu. Ia ingat warna biru safir itu. Ia ingat hembusan angin hangat yang selalu menyelimutinya itu. Ia ingat senyuman hangat yang selalu menyelamatkannya itu. Ia ingat...
Tapi mengapa segala hal tentang orang itu selalu samar di kepalanya?
Ia tak akan menghilang, kan?
Ah, angin kembali berhembus kencang.

Empat detik
"...Tsurugi," Sosok yang sangat ia kenal itu tersenyum. Dengan senyuman lembut yang tentu saja sangat familiar baginya. Kedua tangan itu merengkuh tubuh Kyousuke, menariknya dalam sebuah pelukan hangat. Namun, kedua mata itu terlihat kontras. Kyousuke dapat merasakan adanya perasaan sedih dan kerinduan mendalam dari kedua safir yang indah tersebut.
Ucapkanlah nama itu, untuk pertama dan terakhir kalinya.
"Tenma...?"

Tiga detik
"Kau tahu apa yang baru saja kau lewatkan Tsurugi?" ujar Tenma dengan riangnya, tepat di hadapan Kyousuke.
"Apa?"
"Kau melewatkanku!" ujar sang pemuda zephyr itu sambil tersenyum lebar.
"Kau ke mana saja Kyousuke? Aku 'mencarimu' tapi tak ketemu, lama sekali aku mencari." ujar Tenma sembari tersenyum sedih. Kemudian Kyousuke tersenyum lembut sambil menepuk pelan kepala Tenma.
"Aku pun mencarimu." jawabnya. Sementara sang pemuda yang ada bersamanya itu terdiam, memejamkan matanya untuk menikmati hembusang angin.

Dua detik
Ia mengingatnya. Matsukaze Tenma, midfielder dengan nomor punggung delapan. Rambutnya berwarna cokelat muda dan matanya berwarna biru safir. Tenma adalah pemuda periang yang hobinya memeluk Kyousuke, dari belakang. Namun di satu sisi Tenma juga ialah orang yang telah menyelamatkan Kyousuke dari kegelapan. Mengulurkan tangan padanya untuk disambut.
Kyousuke tersenyum tipis ketika ia menatap sosok jelmaan malaikat yang tersenyum padanya itu.
Dua tangan itu bertaut, dengan dua senyuman yang mengembang. Kyousuke berharap agar ia tak akan melupakan kehangatan yang menjalar ke hatinya ini.

Satu detik
Matsukaze Tenma.
Ia, Tsurugi Kyousuke tak akan pernah melupakannya.

FIN
1: Baiklah, karena ini fictogemino, silahkan Anda baca lagi dari draft yang detik pertama sampai detik yang ke dua belas.
2: jadi kalau dibaca dari atas ke bawah, itu alurnya dari pas awal-awal Chrono Stone sampai Kyousuke bertemu kembali dengan Tenma (yang tentu saja ini tidak sepenuhnya canon karena kita semua tahu bahwa di Chrono Stone, Tenma masih belum ketemuan sama Kyousuke. Yah, anggap saja saia berspekulasi sekalian fangirlingan /diinjek)
3: Sementara kalau dibaca dari bawah ke atas, alurnya ini dari setelah menang Holy Road di GO sampai di awal-awal Chrono Stone. Bingung? Nggak apa-apa. Saia juga. TvT
 


 

Story of Evil: Akuno Musume (fanfic draft)

Story of Evil,kronologi lagu yang saia ambil ceritanya untukdijadikan sebuah fanfiksi. Chapter 2 plot/teaser.
Pada Ch. ini saia usahakan ut mengekspresikan setting dr Lucifernia versi Fubuki twins ini. Dan ttg si Merah juga.

Akan saia pusatkan pada:
1. Atsuya (meski entah bkal pk pov dia atau nggak)
2. Pemerintahan kejam versi Atsuya.
3. Ttg intrik antara Atsuya, pangeran biru, pelayan hijau, dan ksatria merah.
4. Sedikit dikisahkan ttg kondisi dl istana.
5. Ntar kelihatan kl satu2x org yg asli membela Atsuya hxlah Shirou.

Quotes:
"Menurutku pemimpin negara ini sudah keterlaluan," tukas sang pemuda dread dengan nada bicara sinis.

"Yang mulia hanya menegakkan hukum negara. Tak ada yang salah dengan itu," jawab sang pelayan es. Senyumannya terlihat dingin.

xxxxx

"Kenapa? Kenapa? KENAPA?! KENAPA IA LEBIH MEMILIH ORANG LAIN KETIMBANG AKU?!"

Ia menjadi gila. Makin gila. Benar-benar gila hingga melampaui batas kemanusiaannya.

xxxxx

"Bunuh dia."

Dengan tatapan kelabu yang meredup. Wajahnya tertunduk hormat. Tangannya mengayun setia. Bibirnya mengucap kata sumpah akan keberhasilan misinya.

"Baiklah. Your wish is my duty, your highness."

Namun senyumnya memudar, luntur tak berbekas.

xxxxx

Sabishii Usagi Monogatari

 Jadi ceritanya ini poetry sekaligus plot untuk fanfic saia...


In the middle of nothing
I sitting alone
Curling my self till look like a ball
I always alone

I want a friend, even just one
God, would you like to bless my pray?

But even I'm not alone, it's still lonely
Cause they're just an illusion

"Why are you sitting alone?"
God, finally you grant my wish

With a soft talk and a warm smile
You give me a hand to reached up
Thank you so much, you've give me the light
It's you.


PART 1OF SABISHII USAGIMONOGATARI

Mirai no Uta

Senin, 05 Desember 2011
A/N: Ahaduh, ini pertama kalinya ya saia ngepost fic ke grup ini. Kali ini adalah sedikit kisah mengenai kegalauan Shuuya yang terinspirasi dari kegalauan saia sendiri waktu mendapat berita tentang si ‘Goenji Wannabe’ yang ternyata memang asli Shuuya sungguhan. Ah, Level-5 kau sungguh becat... (plak!)
However, genre fic ini akan sedikit nge-twist. Di mana saia memmbuat dua drabble dalam satu fic yang menceritakan tentang dua sisi pada masa yang berbeda. Dan satu lagi hal yang penting: FIC INI DIIKUTSERTAKAN DALAM LOMBA! Dan juga saia mohon supaya jangan meng-copas fic ini tanpa ijin dari saia... ^^

And here we go! XD


Inazuma Eleven © Level 5

The Fallen Kuriboh’s Special Present

Mirai no Uta

“When the future create our new destiny”

Rate: T (for some deep part)
Pair: ShuuMamo (GouEndou)
Genre: Humor, Hurt/comfort, Angst, Friendship.
Feature: 2 drabbles of light and dark side
.
.
.


Normal POV

Iris hitam itu terpaku pada layar handphone-nya. Dengan sebelah alis yang terangkat dan yang satunya berkerut heran. Dengan bibir ternganga seolah akan jatuh ke tanah bila ia meneruskan bengongnya. Dengan sebuah artikel dalam handphone yang menyala dalam genggaman tangannya.

‘Masaka.... Ore no mirai....?’

Short Goodbye

Special Drabble, canon universe

Inazuma Eleven © Level 5

Mamoru's POV

Di senja yang gemerlap itu, kau memutuskan untuk pergi. Pergi meninggalkan tim kita, sesuai dengan perintah pelatih inazuma caravan. Tak ada yang setuju mengenai perintah itu, namun beberapa menyadari bahwa perintah pelatih adalah hal yang absolut. Aku tahu itu, dan harusnya aku tak menentangnya. Mengingat posisiku sebagai kapten.

Tapi... Entah kenapa kaki ini ikut berlari mengejar sosokmu yang pergi menjauh...

"Kau serius akan pergi dari Inazuma caravan?!" Aku berhenti tepat beberapa meter dibelakangnya, menatap punggungnya. Dia sama sekali tak menjawab, menoleh pun tidak.

"Aku tak bisa berjuang bersamamu..." Mata itu. Walaupun hanya sekilas, saat melihat pandangannya aku tak dapat berkata apa-apa. Semua ucapanku tadi seolah terpatahkan. Dia berkata seolah dia telah tak punya hak untuk berada di sini. Harusnya aku menariknya dan menyeret anak itu kembali, namun entah kenapa aku hanya terpaku membiarkannya menjauh...

"Berjanjilah kau akan kembali!" Ditengah kecengoan(?)ku, aku mulai membuat janji padanya. Dia terdiam, tetap berjalan menjauh tanpa menoleh sedikitpun. Mungkin ini sebuah janji yang kuputuskan secara sepihak, namun aku percaya padanya. Shuuya bukanlah orang yang akan melanggar janji kan?

Sebuah perpisahan. Mungkin ini bukan perpisahan yang baik-baik, namun ini bukanlah akhir. Janji itu akan jadi awal lahirnya kekuatan baru...

Inazuma Caravan

Hingga akan terlahir kekuatan baru dari persilangan antara api dan es.

FIN

A/N: Dan lagi-lagi ini memang ficlet lama yang menumpuk di note fb. Tentunya masih dengan canon universe. Ah, tahu nggak sih... mereka itu awesome! XD (plak!)

Ah sudahlah, mari kita akhiri saja ._.

Short Drabble, Inazuma Eleven

Arigato

Special ficlet, canon universe

Inazuma Eleven © Level 5


Mamoru's POV
"deg!"

detak jantungku makin tak beraturan. Emosi ini seolah akan meluap. Realita yang dikatakan pelatih Hibiki itu membuatku terguncang. Perasaanku tak beraturan...
"Kageyamalah yang telah membunuh kakekmu..."

Tidak. Itu tidaklah mustahil. Orang itu memang sangat membenci sepak bola. Membenci sepak bola yang sangat kusukai ini. Tapi... Apakah dengan alasan itu berarti dia berhak membunuh? Membunuh orang yang berharga bagiku?

"...." Aku membisu. Tertunduk sambil berusaha mengatur napasku. Kebencian mulai merasuki hatiku. Benci. Lebih baik kalau orang itu mati saja! Dia sudah menyakiti banyak orang! Dan itu hanya karena kebenciannya pada sepakbola. Tidakkah orang seperti dia memang tak pantas hidup di dunia ini?! Tidak, kebencian ini mulai membuatku buta...

"plok..."

"...?"

kurasakan sebuah tangan menepuk pundakku. Tangan hangat ini pasti miliknya. Kuangkat kepalaku yang tadinya tertunduk untuk menatap wajahnya. Shuuya, dia menatapku dengan ekspresi khawatir, namun kemudian mulai memaksa dirinya untuk tersenyum. Aku tahu bila kau tersenyum seperti itu pasti terasa sakit. Ya kan? Kau sendiri juga merasakan hal yang sama denganku. Adikmu koma karena perbuatan Kageyama. Tapi ditengah hal yang membuat frustasi seperti itu, mengapa kau masih memaksakan dirimu untuk tersenyum?

Tersenyum untuk membuatku merasa lebih baik...

Dan kau bukanlah orang yang biasa mengumbar senyuman. Karena itu, tiap senyumanmu terasa penuh arti. Melihat wajah itu, juga wajah seluruh temanku aku tak memiliki kuasa lagi untuk mengeluarkan amarah. Tak bisa, aku tak ingin menodai hal yang paling kusukai ini dengan dendam. Karena aku memiliki kalian semua, sebagai sahabat yang berarti...

Terimakasih...
Teman-teman, Shuuya...
Dan juga kakek...

Karena telah mengajarkan hal yang sangat berarti dalam hidup ini...

Sepak bola.

End.

A/N: Ah, ini sebenernya canon dari Inazuma Eleven yang pas mau lawan Zeus atau mana gitu. Pokoknya pas itu pelatih Hibiki ngomong kalau jii-chan Mamoru (yang aslinya masih hidup sehat wal afiat) dibunuh Kageyama.
Dan demi apa pula saia nge-post ficlet lama yang tertimbun di note fb ini ke blog. (blog buat penilaian pelajaran BI pulak!)
Selasa, 09 Agustus 2011

Fic lama saia dan termasuk oneshot terpanjang buatan saia. Inazuma Eleven. Wanna read it? (plak!)

Warning: Gaje, OOC yang sudah berusaha diminimalisir author, penggunaan bahasa yang hiperbolis, non-pair dan lainnya. Setting time line adalah anime Inazuma Eleven antara episode 75-78.

Okay, happy reading, minna!

Langit. Sang cakrawala yang terbentang luas menyelimuti bumi. Tempat segala panorama terealisasi di hadapan mata. Tempatmu mengadah, di atas pijakan di bumi. Bagaikan sebuah panggung yang menampilkan segala pertunjukan alam dan harmoni duniawi yang syahdu nan suci. Langit yang luas tiada batas, sama seperti pikiran seorang manusia.

Manakah anugerah langit yang paling menggugah hatimu?
Manakah yang paling berharga di matamu?

Di Bawah Langit


Inazuma eleven © Level 5

­

 Make some spoilers, don't I?
Oh well, I were on mood to make some English poetry and so on... (plak!)

Warning! It's spoiler for ending of my fic, Death Chorus (Yea, if you get the hint)
And of course my English is bad .
Nee, happy reading~ X3


Dark End Park Ch. 1

Sabtu, 23 Juli 2011
‘Selamat datang di Dark End Park,’

‘Tempat di mana tinggal para Shaman yang akan menghibur kalian di taman ria ini!’

‘Ups, tapi hanya anak-anak tertentu yang boleh masuk ke taman spesial ini.’

‘Itu adalah kalian yang mendapat undangan khusus yang kuantarkan sendiri untuk kalian, undangan yang diperuntukkan bagi anak-anak kecil yang sudah berhati busuk.’

‘Which mean....’

‘Itu adalah undangan terakhir untuk anak-anak yang tak pantas hidup seperti kalian.’

‘Kalian siapa? Haha, tentu saja itu kalian yang sekarang berdiri di sini!’

‘Nah.... Mana pertunjukan yang kalian pilih untuk kematian kalian?’

‘Dibakar oleh api abadi milik The Flamer?’

‘Dibekukan oleh duri-duri es milik The Freezer?’

‘Disayat dan dipenggal oleh tombak The Slasher?’

‘Diikat dengan senar tajam dan ditusuk dengan pendulumn oleh The Roper?’

‘Dicakar dan dikuliti oleh kuku-kuku tajam The Clawer?’

‘Diracuni oleh bisa mematikan milik The Serpenter?’

‘Dibedah dan dijadikan kelinci percobaan oleh The Injurer?’

‘Ayo, pilihlah salah satu. Akan kupastikan bahwa kalian para undanganku akan mati dengan teriakan histeris yang takkan terlupakan seumur hidup kalian.’

‘...Bila nanti bertemu denganku, The Invitor, jangan lupa...’

‘Ucapkan selamat datang di taman hiburan abadi buatan kami!’

________________________________________________________________________

Dark End Park

By Kurii-chan
Inazuma Eleven © Level-5
Shaman King © Hiroyuki Takei
Rated: T
Genre: Horror, Mystery, Tragedy, Friendship
Featured: Crossover, Gore fic, Alternate Universe

Chapter 1
Bloody White Rabbit

Yuuto, Fake Move!

Disclaimer: Inazuma Eleven is belong to level-5
Rated: K
Chara: Yuuto Kidou, Heigoro Kabeyama, Mamoru Endou, Shuuya Goenji, Aki Kino, Natsumi Raimon, Haruna Otonashi
Genre: Humor, Friendship
Warning: Garing! Gaje, OOC, Lebay


Buanglah Kebiasaan Burukmu Jauh-Jauh, Tapi Jangan Lupa Buang Juga Kebiasaan Baikmu!(?)


Hari ini, tengah diadakan latih tanding antara SMP Raimon dan SMP Millenium (terdengar familiar?). Kini semuanya tengah berkumpul menjelang pertandingan tersebut...

Shuuya's Black Note

Disclaimer: Inazuma Eleven, adalah seri game buatan pihak Level-5. Saia hanyalah author sarap yang seenak jidat menyuruh para chara di game ini untuk memerankan script buatan saia.

Rated: K+ (ada beberapa faktor sadis di akhir cerita)
Chara: Ryuugo Someoka, Yuuto Kidou, Shuuya Goenji, Mamoru Endou, Ichirouta Kazemaru, Ryou Miyasaka.
Genre: Humor, Mystery.
Warning: Garing! Gaje, OOC, Lebay, sedikit penyiksaan pada beberapa chara (Tapi tak ada niat untuk membashing chara!)
Happy reading!! XD


Shuuya’s Black Note
(Shuuya no Kuro Note, haha)

Bila kemarin hari sangatlah cerah, saat ini awan mendung terlihat memayungi kepala seseorang. Sebut saja orang naas tersebut dengan Ryuugo. Nama lengkapnya Ryuugo Someoka. Pria berkepala botak... upss! Gundul maksudnya, dengan tampang garang dan macho(?). Sebenarnya apa yang terjadi dengan dirinya? Coba kita intip isi hatinya...


Inazuma Eleven Review

Tahukah kalian dengan animasi berjudul Inazuma Eleven? Animasi ini diangkat dari sebuah game NDS berjudul sama. Animasi yang pernah ditayangkan di Indonesia di tahun 2010 ini berpusat pada olahraga sepak bola. Sayangnya, pihak stasiun TV negara kita menghentikan penayangan animasi ini dengan alasan yang kurang jelas. Tapi, di sini saya akan membahas sedikit mengenai animasi ini.

Tentang kenapa saya menyukai serial ini? Banyak keistimewaan dari anime ini dibanding animasi lain (menurut saya). Pertama, di anime ini ada sesuatu yang spesial di sepak bolanya, yaitu ‘Hissatsu Technique’ (Eng: sure-kill tech). Haha, kalau di dunia nyata sih mustahil membuat tendangan berapi dengan cara muter-muter dan salto di udara (Fire tornado, maksudnya), tapi ketika membayangkan teknik baru yang akan dihasilkan mereka membuat hati ini senang(?).

Kedua, tokoh-tokoh di sini pada moe alias cute sekali! Bahkan banyak chara cowok yang berwajah semanis cewek! Banyak juga yang mengira dia benar-benar cewek (katakanlah si Ichirouta). Yah, ada juga chara yang macho(?) abis sih (Misal: Hijikata, Ryuugo, dan Akio)

Katiga, banyak nilai moral dari animasi ini. Bahkan ada di setiap episode! Sayangnya bagian yang menunjukkan moral valuenya dipotong kalau di Indonesia.(yang nonton versi Jepangnya pasti tahu mana yang moral valuenya) Anime ini juga minim kekerasan. Paling-paling hanya si Mamoru yang sering kena tendang oleh lawannya (karena dia goalkeeper) dan kadang ditendang sohibnya sendiri. (katakanlah si Shuuya Goenji)

Dan yang terakhir, dan yang paling membuat saya kesengsem pada anime ini adalah adanya banyak hint ya-.... Hmmph!! (dibekep)

Ah, yang keeempat itu tidaklah penting. Silakan membaca review anime season 1 Inazuma Eleven versi saya...

Setting waktu anime ini awalnya berpusat pada klub sepak bola SMP Raimon di kota Inazuma. Tokoh utamanya adalah seorang anak laki-laki usia 14 tahun berambut cokelat dan berhead band orange, dengan warna mata yang senada dengan rambutnya. Sebut saja dia Mamoru Endou. Anak kelas 2 SMP yang sering dipanggil Endou ini adalah kapten klub sepak bola di SMP Raimon. Sayangnya klub yang di masa 40 tahun silam pernah melegenda ini tidaklah seproduktif dulu. Anggotanya kini hanyalah 7 orang saja, bahkan klub ini tidak memiliki lapangan sendiri. Dan sang wakil direktur sekolah bernama Natsumi Raimon (masih kelas 2 SMP) memerintah klub itu untuk bertanding melawan SMP Teikoku, yang selalu jadi juara Football Frontier sejak 40 tahun terakhir. Kalau kalah, klub sepak bola Raimon akan dilenyapkan! Tentu saja Mamoru tak membiarkan hal ini. Namun bagaimana caranya melawan sebuah ‘kesebelasan’ yang kuat seperti Teikoku hanya dengan ‘tujuh’ orang? Let’s gather more members!

And watch Mamoru’s adventure by yourself...

Yah, summarynya hanya berpusat di chapter 1. mungkin nanti akan saya review per chapter, kalau nggak males (dihajar). Nah, selanjutnya Character Guide dari saya! Tapi masih tiga tokoh utama di season pertama(ditambah satu chara lagi) dulu ya?

Inzuma Eleven Characters Guide
By: Kurii-chan/Dika Liesnanda

Mamoru Endou (Mark Evans)

Hair Color : Brown
Eye Color : Brown (just like his hair)
Grade : 8th
Position : Goal keeper (captain), also plays as libero (season 2)
Close Friends : All. Especially Shuuya Goenji and Yuuto Kidou. Actually Ichirouta Kazemaru is his childhood friend (in game version)
Special Trademark : Orange headband

Mamoru (Di anime lebih sering dipanggil Endou) adalah sosok periang yang menjadi poros dari Raimon Eleven. Sifatnya yang ramah dan baik hati membuatnya disukai oleh semua teammatenya. Ia juga terlihat selalu membantu teman-temannya dalam menyelesaikan masalah. Juga pemberi semangat yang baik. Tokoh yang cukup banyak digambarkan dalam ‘konyol mode’. Namun juga bisa mengimbangi kedua sahabatnya yang pandai dan serius itu (Yuuto Kidou dan Shuuya Goenji). Bahkan kadang bisa membuat Shuuya tersenyum geli ketika melihat tingkah lucu Mamoru (sekitar episode 4 atau 5).
Style rambut Mamoru tergolong cukup jarang ada. Dengan rambut cokelat yang entah kenapa di sampingnya bisa mencuat seperti ada tanduknya. Lengkap dengan poni yang menjulur(?) ke depan.
However, Mamoru tetap tak kehilangan kewibawaannya sebagai kapten tim di mata adik-adik kelas dan teman-temannya. Ditambah Mamoru juga bisa menempatkan diri tergantung pada situasi. Tipe anak yang sangat ingin saya jadikan sebagai menantu (?). Ditambah wajahnya yang bulat dan tembem itu. Dia sangat cuteee...!!! (plak!)

Shuuya Goenji (Axel Blaze)

Hair Color : White/Blonde? (kayaknya lebih cocok disebut putih tulang)
Eye Color : Black (Tapi kadang-kadang terlihat sama dengan warna mata Mamoru, coklat)
Grade : 8th
Position : Forward
Close Friends : Mamoru Endou, Yuuto Kidou, sometimes Ryuugo Someoka and Kazemaru Ichirouta (And Toramaru+Shirou on the future)
Special Trademark: Apapun itu yang namanya kerah seragam sepak bola yang dinaikkan ke atas.

Shuuya Goenji adalah murid pindahan dari SMP Kidokawa Seishuu, yang entah kenapa bisa pas masuk ke kelas yang sama dengan Mamoru. Sebelumnya ia pernah menolong anak kecil yang bermain sepak bola dengan Mamoru, karena itu mereka saling kenal (atau hanya Mamoru yang beranggapan demikian?). Mamoru yang pernah melihat kemampuan Shuuya dalam sepak bola mulai mengajaknya untuk ikut klub sepak bola. Namun Shuuya selalu menolak dengan tegas. Mengapa ia tak mau bermain sepak bola? Saksikan saja sendiri di animasinya. (plak!!)
Bisa dibilang sang bocah berjulukan flame striker ini memiliki style rambut tak kalah unik dar sang kapten. Poni rambutnya yang terbelah 5 mencuat ke atas, rasanya benar-benar persis seperti kumpulan bwanag putih! (plak!) However, rambutnya tetap terlihat bagus meski tergolong tidak wajar dan mustahil untuk dimiliki manusia normal.
Shuuya adalah tipe anak yang jarang bicara (Kinda stoic, isn’t he?), sering bertindak tanpa berkata apapun. Menjadikannya sosok yang cukup penuh kejutan (Dulu dia pernah menendang bola telak di perut Mamoru dan beberapa chara lainnya). Dan bila bicara cukuplah mengena di hati (Terjadi saat Ichirouta diminta juniornya untuk kembali ke klub atletik). Kemungkinan punya bakat esper karena mudah menyadari kegalauan para teammatenya. Namun dibalik semua itu, anak ini sangat sayang kepada adiknya. Juga tipe orang yang setia kawan. Sosok ini juga kadang terlihat tersenyum pada teman-temannya. (dan senyuman itu sangat menyilaukaaan!!)

Yuuto Kidou (Jude Sharp)

Hair Color : Light brown (warnanya lebih muda dan pucat dari rambut Mamoru)
Eye Color : Red (Biasanya dia pakai google, jadi tak kelihatan)
Grade : 8th
Position : Midfielder
Close Friends : Mamoru Endou, Shuuya Goenji (also with Koujirou Genda and Jirou Sakuma back then in Teikoku. For the future will be close with Akio Fudou)
Special Trademark: His google and cape, of course.

Baiklah, ucapkan salam pada tokoh yang paling pintar di Raimon Eleven. Awalnya ia adalah kapten tim Teikoku. Namun akhirnya bergabung ke Raimon karena ingin balas dendam(?) pada tim Zeus yang membuat teman-temannya cedera di pertandingan (Juga berkat ajakan dari sang kapten moe dan sang flame striker berwajah stoic).
Yuuto Kidou ini adalah sosok playmaker yang hebat. Ia menjadi pengatur strategi yang baik, bahkan lebih bagus dari sang kapten yang happy-go-lucky banget. Dulunya anak ini sangat loyal pada kepala sekolahnya (Reiji Kageyama). Tapi akhirnya malah dendam(?) pada si Kageyama karena orang itulah yang menyebabkan teman-temannya cedera (dibalik layar tuh). Ternyata eh ternyata, ada seseorang di Raimon eleven yang ternyata adalah adiknya! Siapakah dia? Silakan nonton sendiri untuk mendapat jawabannya. (Awuh, tolong kita sebut saja dia Haruna Otonashi)
Bila dikupas, sebenarnya style dari tokoh ini cukuplah unik. Rambut dread dan google, serta jubah panjang yang selalu ia kenakan saat berlatih maupun bertanding. Benar-benar tokoh yang terlihat mencurigakan. Namun di luar itu semua, ialah tokoh yang paling bijak (meski nantinya dia akan lebih sering emosi bila menghadapi seorang ‘Akio Fudou’). Pembawaannya yang tenang juga sangat memancarkan aura intelegensi. Ah, tapi kadang Yuuto juga terlihat menampilkan ekspresi wajah cengo. (Sebenarnya itu sering terjadi, pemirsa! Silahkan lihat di anime season 2 dan seterusnya!)

Ichirouta Kazemaru (Nathan Swift)

Hair color : Light Blue (Kayaknya lebih ke turquoise. Kurang lebih rambutnya sama warna dengan Ai Mori (The Law of Ueki)
Eye Color : Light Brown
Grade : 8th
Position : Defender
Close Friends : Mamoru Endou, Teppei Kurimatsu(?)
Special Trademark: Long-great-ponytail-hair which reminded me of something with ‘Herbal Essences’ (plak!)

Inilah chara cowok tercantik(?) di Raimon Eleven. Rambutnya yang dikuncir ponytail terlihat bagus. Juga poni panjang yang disibak ke arah kiri, menutupi mata kirinya. Eits, meski terlihat seperti ‘perempuan’ namun dia ini pria tulen! Pembawaan sikapnya juga tegas layaknya anak laki-laki pada umumnya. Dan bila bicara soal style, Ichirouta biasa tampil kasual bila di luar sekolah.
Dia adalah mantan pelari di klub atletik yang bergabung ke Raimon Eleven atas ajakan Mamoru. Dengar-dengar, dia adalah childhood friendnya Mamoru.
Ichirouta adalah teman yang sangat loyal, juga memiliki cukup kewibawaan yang membuat adik-adik kelas kagum padanya. Pembawaannya sendiri cukup tenang dan dewasa. Namun kadang juga terbawa tingkah konyol teman-temannya.
Sebenarnya, ada cerita di mana juniornya di klub atletik (Ryou Miyasaka) sempat memintanya untuk kembali ke klub atletik. Hal itu membuat Ichirouta bimbang, namun akhirnya ia memilih untuk tetap berlari di lapangan sepak bola bersama Mamoru dkk.
By the way, Ichirouta adalah tokoh yang paling digandrungi para fans. Tahun ini dia mendapat polling terbanyak untuk karakter terfavorit. Di majalah animoster juga dapat peringkat pertama, lalu di pixiv fanart dia paling banyak, di lolibaka apalagi— (plak!)
Ichirouta memang adorable, tapi saya lebih cinta Shuuya. (digampar lagi)

Nee, segini dulu! XD